Jurnal psikologi tentang ...

Search Results for: bimbingan+kelompok+prayitno

Referensi

Beberapa Literatur yang di gunakan dalam penulisan artikel Belajar Psikologi yaitu:

Bimo Walgito. (2005). Bimbingan dan Konseling (Studi dan Karir). Yogyakarta: Andi Offset

Desmita. (2006). Psikologi Perkembangan. Bandung. Remaja Rosdakarya.

Desmita. (2009). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Remaja Rosdakarya

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan: Meteri Dasar Pendidikan Program Bimbingan dan Konseling di Perguruan Tinggi. Metode dan Teknik Bimbingan dan Konseling. Buku III B, 1983

Departemen Pendidikan Nasional : Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Layanan Bimbingan dan Konseling Dalam Jalur Pendidikan Formal. 2008

Eitington, J. E. (1996). The Winning Trainer (Winning Ways to Involve People in Learning. Third Edition. Texas: Gulf Publishing Company.

Engkos Mulsaya. (2005). Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Eva Imania Eliasa. (2009). Permainan Dalam Bimbingan dan Konseling. (Tidak diterbitkan) Makalah disampaikan dalam seminar di Bandung.

Gazda, G. M. (1997). Group Counseling A Developmental Approach. Boston: Allyn and Baron.

Goleman, D. (1996). Emotional Intelligence. New York: Bantam Books.

—————-. (2001). Kecerdasan Emosi untuk Mencapai Puncak Prestasi. Jakarta : Erlangga.

Hernowo. (2003). Quantum Reading: Cara Cepat nan Bermanfaat untuk Merangsang Munculnya Potensi Membaca. Bandung: MLC.

Hurlock, E.B. (1997). Develovmental Psycology A Life Span Approach. Fifth edition.

J. J. Hasibuan dan Moedjiono. (2006). Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Kartini Kartono. (2005). Patologi Sosial 2; Kenakalan Remaja. Jakarta: Rajawali Pers.

Grothberg, E. (1995). A Guide to Promoting Resilience in Children: Strengthening the Human Spirit. The Series Early Childhood Development : Practice and Reflections. Number8. The Hague : Benard van Leer Voundation.

Grothberg, E. (1999). Tapping Your Inner Strength, Oakland, CA : New Harbinger Publication, Inc.

Hurlock, E.B. (2000). Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga.

Kasihani Kasbolah E.S. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Penelitian Tindakan Kelas (PTK). 1999

Muhammad Ali. (2008). Psikologi Remaja. Jakarta : Bumi Aksara

Prayitno. (1995). Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok (Dasar dan Profil). Jakarta: Ghalia Indonesia.

Reivick, K & Shatte, A. (2002). The Resilience Factor: 7 Essential Skills for Overcoming Life’s Inevitable Obstacles. New york: Broadway Books

Rita Eka Izzaty dkk. (2008). Perkembangan Peserta Didik. Yogyakarta: UNY Press

Saifuddin Azwar. (1999). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: PUSTAKA PELAJAR

Santrock. J. W. (2002). Life-Span Development: Perkembangan Masa Hidup.(edisi kelima) Jakarta: Erlangga

Santrock. J. W. (2003). Adolescence: Perkembangan Remaja.(edisi keenam) Jakarta: Erlangga

Sarlito Wirawan Sarwono, (2006). Psikologi Remaja. Jakarta : Raja Grafindo Persada

Sri Rumini & Siti Sundari. (2004). Perkembangan Anak & Remaja. Jakarta : Rineka Cipta.

Sukardi, Dewa Ketut. (2008). Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta : Rineka Cipta

Sunarto & Agung Hartono. (2002). Perkembangan Peserta Didik. Jakarta : Rineka Cipta

Suryobroto. (2009). Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta : Rineka Cipta

Sutrisno Hadi. 2004. Metodologi Reaserch.Yogyakarta : Andi

Suwarjo. (2008). Model Konseling Teman Sebaya Untuk Pengembangan Daya Lentur (Resilience). Disertasi (tidak diterbitkan) Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Tohirin. (2007). Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan  Madrasah (Berbasis Integrasi. Jakarta : RajaGrafindo Persada

Tidjan SU. (1993). Bimbingan dan Konseling Untuk Sekolah. Yogyakarta : UPP-UNY

Winkel & Sri Hastuti (2004). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi.

Zakiah Darajat. (1990). Kesehatan Mental.  Jakarta: CV Haji Masagung.

Zulkifli. (2005). Psikologi Perkembangan. Bandung: Remaja Rosdakarya.



VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 1.5/10 (2 votes cast)

Tahap Pelaksanaan Bimbingan Kelompok

Ini mungkin hal yang sangat ditunggu-tunggu pembaca, yaitu tahap pelaksanaan bimbingan kelompok karena suatu proses layanan sangat ditentukan pada tahapan-tahapan yang harus dilalui sehingga akan terarah, runtut, dan tepat pada sasaran. Dari awal sampai akhir akan saya jabarkan disini sehingga diharapkan tidak ada kesalahan dalam proses pemberian Layanan Bimbingan Kelompok.

Tahap pelaksanaan bimbingan kelompok menurut Prayitno (1995: 40) ada empat tahapan, yaitu:

Tahap I Pembentukan

Tahap ini merupakan tahap pengenalan, tahap pelibatan diri atau tahap memasukkan diri ke dalam kehidupan suatu kelompok. Pada tahap ini pada umumnya para anggota saling memperkenalkan diri dan juga mengungkapkan tujuan ataupun harapan-harapan yang ingin dicapai baik oleh masing-masing, sebagian, maupun seluruh anggota. Memberikan penjelasan tentang bimbingan kelompok sehingga masing-masing anggota akan tahu apa arti dari bimbingan kelompok dan mengapa bimbingan kelompok harus dilaksanakan serta menjelaskan aturan main yang akan diterapkan dalam bimbingan kelompok ini. Jika ada masalah dalam proses pelaksanaannya, mereka akan mengerti bagaimana cara menyelesaikannya. Asas kerahasiaan juga disampaikan kepada seluruh anggota agar orang lain tidak mengetahui permasalahan yang terjadi pada mereka. +Continue Reading

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)

Pengertian Bimbingan dan Konseling

bimbingan dan konselingPengertian Bimbingan dan Konseling

1. Definisi Bimbingan

Dalam mendefinisikan istilah bimbingan, para ahli bidang bimbingan dan konseling memberikan pengertian yang berbeda-beda. Meskipun demikian, pengertian yang mereka sajikan memiliki satu kesamaan arti bahwa bimbingan merupakan suatu proses pemberian bantuan.

Menurut Abu Ahmadi (1991: 1), bahwa bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu (peserta didik) agar dengan potensi yang dimiliki mampu mengembangkan diri secara optimal dengan jalan memahami diri, memahami lingkungan, mengatasi hambatan guna menentukan rencana masa depan yang lebih baik. Hal senada juga dikemukakan oleh Prayitno dan Erman Amti (2004: 99), Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, atau orang dewasa; agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku. +Continue Reading

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 4.8/10 (5 votes cast)