Jurnal psikologi tentang ...
Perkembangan Psikologi Remaja. Bicara tentang psikologi remaja tentu tak lepas dari perkembangan psikologis remaja, yang mana dapat dikatakan suatu fase perkembangan yang dialami seseorang ketika memasuki usia 12-22 tahun. Pada fase perkembangan psikologi remaja, anak harus mampu meninggalkan sifat kekanak-kanakannya. Lebih lanjut tentang psikologi remaja simak disini.
Perkembangan Psikologi Remaja
1. Siapa Remaja itu?
Menurut Sri Rumini & Siti Sundari (2004: 53) masa remaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/ fungsi untuk memasuki masa dewasa. Rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu 12 – 15 tahun = masa remaja awal, 15 – 18 tahun = masa remaja pertengahan, dan 18 – 21 tahun = masa remaja akhir. +Continue Reading
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 7.8/10 (5 votes cast)
Penyebab gangguan kepribadian antisosial, atau ASP, sampai saat ini belum dapat diketahui. Asp dapat dikatakan sebagai permasalahan kesehatan mental, poin bukti untuk mewarisi sifat-sifat. Tapi kehidupan keluarga disfungsional juga meningkatkan kemungkinan ASP. Jadi meskipun ASP kemungkinan disebabkan dari dasar keturunan, faktor lingkungan juga memberikan kontribusi untuk pengembangannya. Kondisi dan Situsi lingkungan juga dapat menyebabkan gangguan kepribadian anti sosial.
Para peneliti telah gagasan mereka sendiri tentang penyebab ASP’s. Satu teori menyatakan bahwa kelainan dalam perkembangan sistem saraf dapat menyebabkan ASP. Kelainan yang menyarankan pengembangan sistem saraf yang abnormal termasuk gangguan belajar, mengompol gigih dan hiperaktivitas. +Continue Reading
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)

Tips Menangani Anak Agresif
Untuk membahas permasalahan perilaku agresif yang telah dibahas dipostingan sebelumnya, penulis menggunakan Teori Pembentukan Tingkah laku sebagaimana disampaikan oleh Eniarti, Budi Pratiti, Cecep Sugeng K Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Mereka menyebutkan bahwa perilaku anak dapat dibentuk melalui pengalaman maupun pengamatan. Teori ini mengemukakan tiga proposisi tentang pembentukan perilaku yaitu: +Continue Reading
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat (dalam Masykouri, 2005: 12.7) sekitar 5-10% anak usia sekolah menunjukan perilaku agresif. Secara umum, anak laki-laki lebih banyak menampilkan perilaku agresif, dibandingkan anak perempuan. Menurut penelitian, perbandingannya 5 berbanding 1, artinya jumlah anak laki-laki yang melakukan perilaku agresif kira-kira 5 kali lebih banyak dibandingkan anak perempuan. +Continue Reading
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
Secara umum, yang dimaksud dengan gangguan emosi dan perilaku adalah ketidakmampuan yang ditunjukan dengan respons emosional atau perilaku yang berbeda dari usia sebayanya, budaya atau norma sosial.
Ketidakmampuan tersebut akan mempengaruhi prestasi sekolah yaitu prestasi akademik, interaksi sosial dan ketrampilan pribadinya. Ketidakmampuan ini sifatnya menetap dan akan lebih tampak bila sang anak berada dalam situasi yang dirasakan menegangkan olehnya. +Continue Reading
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 9.0/10 (1 vote cast)